Analis sebut WIKA perlu terus lanjutkan pengerjaan proyek di tempat 2024

DKI Jakarta – Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyatakan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) perlu terus melanjutkan proyek- proyek yang sedang maupun akan dikerjakan pada tahun depan.

Dengan penyelesaian proyek, menurutnya, kesempatan perseroan untuk melakukan divestasi aset akan semakin lebar ke depan.

“Misalnya, apabila proyek- proyek strategis nasional yang disebutkan sudah ada berhasil dikerjakan dengan baik, tentunya kesempatan WIKA untuk divestasi aset yang disebutkan mampu terbuka dengan lebar,” ujar Nafan pada waktu dihubungi oleh ANTARA di area Jakarta, Kamis.

Nafan mengungkapkan tindakan WIKA memprioritaskan pemanfaatan kas untuk modal kerja dan juga pembayaran mitra kerja, dapat mengupayakan penyelesaian proyek- proyek yang tersebut sedang dikerjakan oleh perseroan.

Ia mengapresiasi upaya perseroan memprioritaskan penyelenggaraan kas untuk modal kerja, namun, juga mengingatkan untuk pembayaran sukuk dapat dijalankan atau mendapatkan persetujuan perpanjangan pembayaran sukuk agar kepercayaan lingkungan ekonomi tetap saja dapat dijaga.

“WIKA memprioritaskan kas untuk modal kerja kemudian pembayaran vendor memang sebenarnya hal yang patut diapresiasi, tapi, pembayaran sukuk juga esensial untuk meningkatkan kepercayaan terhadap investor,” ujar Nafan.

Apabila perekonomian di negeri terus menunjukkan kinerja progresif, menurut Nafan, akan menyebabkan divestasi aset akan semakin mudah, sehingga dapat memperkuat rencana perseroan ke depan.

“Biasanya, stabilitas sektor ekonomi domestik sanggup memberikan benefit meningkatkan capital inflow,” ujar Nafan.

Sebelumnya, Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya menyatakan perseroan masih akan fokus pada penyehatan kondisi keuangan, salah satunya dengan mempertahankan komposisi proyek-proyek dari pemerintah pada 2024.

"Kita akan tetap memperlihatkan mempertahankan komposisi dalam mana proyek-proyek pemerintah pada hitungan 70 persen, sebelum Wabah cuma 30 persen. Sisanya, kita kejar BUMN yang mana capex-nya besar dan juga sekarang yang mana monthly progress payment," ujar Mahendra.

Ia menyampaikan prioritas perseroan menggunakan kas untuk modal kerja kemudian pembayaran mitra kerja merupakan langkah penting untuk meningkatkan produksi proyek pada tahun depan.

“Keputusan untuk menjaga arus kas kemudian menggunakan untuk modal kerja dan juga pembayaran vendor menjadi penting untuk menggenjot produksi proyek di area tahun depan,” ujar Mahendra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *